Wednesday, December 7, 2011

Go Green, Tren, atau Gaya Hidup?



Sejak awal 2007 lalu, aksi peduli lingkungan mendadak jadi isu paling populer di dunia. Para artis dan publik figur berlomba-lomba menjadi ikon penyelamat lingkungan, entah duta lingkungan hidup, duta makanan, dan duta-duta lainnya, dengan harapan banyak orang yang terdorong untuk bertindak serupa. Namun, hal ini menimbulkan pertanyaan bagi kami : apakah orang-orang, terutama kaum muda memandang aksi Go Green benar-benar sebagai sebuah gaya hidup atau hanya sekedar tren musiman?
Belakangan, semakin banyak acara-acara bertemakan lingkungan yang diselenggarakan baik oleh pemerintah, stasiun TV, kelompok peduli lingkungan, siswa-siswi sekolah, atau pihak-pihak lainnya. Mereka berusaha menyajikan acara yang menarik dan diharapkan bermanfaat untuk memotivasi penggalakkan gaya hidup ramah lingkungan. Namun, kita tidak tahu, pihak mana yang benar-benar serius yang berkomitmen pada penyelamatan lingkungan, dan pihak mana yang hanya sekedar ikut-ikutan.
Kami banyak melihat acara-acara yang mengangkat tema tentang global warming, peduli lingkungan, dan sejenisnya. Tapi, mereka masih menggunakan bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan, entah sebagai dekorasi, sebagai wadah untuk konsumsi, dll. Hal ini banyak kami temukan di acara-acara komersil yang diselenggarakan oleh stasiun TV atau sekolah-sekolah.
Serbuan acara-acara bertema Go Green ini menimbulkan kesan seolah-olah aksi peduli lingkungan hanya sekedar tren yang sekarang ini sedang meledak namun lama kelamaan memudar dan memudar, sampai pada akhirnya tidak terdengar lagi gaungnya. Gaya hidup peduli lingkungan ini jadi tampak sejajar dengan tren gaya berpakaian yang cepat datang tetapi juga cepat berlalu.
Hal itu menimbulkan keprihatinan bagi kami, mengingat kita sebagai generasi muda punya peranan yang besar untuk merancang masa depan negara dan dunia. Seperti apa jadinya dunia kalau isu sepenting global warming saja hanya dianggap sebagai tren?
Jadi, mari kita sedikit berefleksi. Termasuk ke dalam golongan manakah kita, penyelamat lingkungan sejati atau penyelamat lingkungan jadi-jadian?

sumber: http://www.wikimu.com