1. Penduduk Indonesia yang merokok
Percaya atau tidak jumlah penduduk kita diperkirakan pada tahun 2011 mencapai 237,641,326. Dari sebanyak itu jumlah penduduk di Indonesia tentunya ada yang diantara mereka yang terjerat dengan kenikmatan rokok yang mengsengsarakan . Menurut literatur yang saya baca, di Indonesia sendiri pada tahun 2008, jumlah perokok berkisar 65 juta atau 28 % dari jumlah penduduk saat itu.(ini menurut WHO Report on Tobacco Epedemic 2008 loh). Baiklah kalau digambarkan dalam grafik kira-kira semacam ini.
Jadi beginilah kira-kira gambaran daripada persentase jumlah penduduk yang merokok di Indonesia. Ternyata, Yang menjadi perokok bukan saja dari kalangan orang dewasa saja . Yang muda kayak kita juga banyak * ya allah beri kekuatan agar tak terkoda, amin*
Nah ketahuan lah dari sini bawa 8% dari 28% perokok itu adalah remaja. Serem juga ya!
2. Alasan Remaja Merokok
Kenapa, sih remaja merokok? Ada beberapa faktor yang mendorong remaja untuk merokok, di antaranya:
a. Faktor orangtua dan keluarga
Setuju akan hal diatas. Karena Keluarga merupakan media sosialisai primer yang sangat mempengaruhi secara individualis. Dan temanku bilang bahwa seorang ayah akan mewajarkan anak lelakinya merokok karena mereka sama-sama tidak tahu alasan mereka merokok (* hmmmmmm opini yang masih taboo ditelingaku aggghhh)
b. Pengaruh teman
Jangan mau terpengaruh ya :) ingat mudaratnya :)
c. Iklan rokok ternyata...
Iklan-iklan di berbagai media yang memberikan gambaran bahwa perokok adalah lambang keglamouran, cowok banget, memicu remaja untuk ikut berperilaku seperti itu.
a. Faktor orangtua dan keluarga
Setuju akan hal diatas. Karena Keluarga merupakan media sosialisai primer yang sangat mempengaruhi secara individualis. Dan temanku bilang bahwa seorang ayah akan mewajarkan anak lelakinya merokok karena mereka sama-sama tidak tahu alasan mereka merokok (* hmmmmmm opini yang masih taboo ditelingaku aggghhh)
b. Pengaruh teman
Jangan mau terpengaruh ya :) ingat mudaratnya :)
c. Iklan rokok ternyata...
Iklan-iklan di berbagai media yang memberikan gambaran bahwa perokok adalah lambang keglamouran, cowok banget, memicu remaja untuk ikut berperilaku seperti itu.
3. Bahaya Rokok
Bila anda berada di ruangan berasap rokok cukup lama, maka ketiga zat beracun di atas akan masuk ke paru-paru anda.
Selama beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah membuktikan bahwa zat-zat kimia yang dikandung asap rokok dapat mempengaruhi orang-orang tidak merokok di sekitarnya. Perokok pasif dapat meningkatkan risiko penyakit kanker paru-paru dan jantung koroner. Lebih dari itu menghisap asap rokok orang lain dapat memperburuk kondisi pengidap penyakit :
ANGINA
Nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah pada jantung.
ASMA
Mengalami kesulitan bernafas.
ALERGI
Iritasi akibat asap rokok.
4. Fatwa Tentang Haramnya Merokok
a. Merokok termasuk kategori perbuatan melakukan khabaa’its (kotor/najis) yang dilarang dalam Al Quran Surat Al a'raf (ayat) 157.
b. Perbuatan merokok mengandung unsur menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan dan bahkan merupakan perbuatan bunuh diri secara perlahan sehingga itu bertentangan dengan larangan Al Quran Al Baqoroh (ayat) 2 dan An Nisa (ayat) 29.
c. Perbuatan merokok membahayakan diri dan orang lain yang terkena paparan asap rokok sebab rokok adalah zat adiktif plus mengandung 4000 zat kimia, 69 di antaranya adalah karsinogenik/pencetus kanker (Fact Sheet TCSC-AKMI, Fakta Tembakau di Indonesia) sebagaimana telah disepakati oleh para ahli medis dan para akademisi kesehatan. Oleh karena itu merokok bertentangan dengan prinsip syariah dalam hadits Nabi SAW bahwa “tidak ada perbuatan membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain.”
Nah ada yang protes tu katanya ngelanggar HAM ni fatwa-fatwa. HALO, menurut abdi mah mane teh yang ngelanggar HAM. Kami ingin bebas asap rokok dan mendapatkan hak untuk sehat. Kalau mau merokok bangunlah dunia baru sana !!! ahahaha sekian :))
Sources:
http://ngebul.blogspot.com


0 comments:
Post a Comment